Salomon Grolle THE BROKEN ARM Hadir dengan Karakter Pedesaan

Salomon Grolle THE BROKEN ARM Hadir dengan Karakter Pedesaan

Skena Fashion – Salomon Grolle THE BROKEN ARM mempertemukan karakter alas kaki outdoor dengan sudut pandang concept store asal Paris. Kolaborasi ini mengambil inspirasi dari kehidupan anak muda yang beranjak dewasa di kawasan pedesaan. Hasilnya berupa sepatu bot mid-cut dengan tampilan utilitarian dan detail yang sengaja terlihat memiliki jejak pemakaian. Alih-alih mengandalkan permukaan serba mulus, desainnya memberi ruang bagi tekstur dan ketidakteraturan. Pendekatan tersebut membuat Grolle terasa dekat dengan keseharian, sekaligus memiliki karakter visual yang kuat. Cerita pedesaan hadir melalui pilihan material, warna tanah, dan konstruksi yang menonjolkan fungsi sebagai bagian dari estetika.

Palet Earthy Memperkuat Kesan Hangat dan Membumi

Kolaborasi ini hadir dalam satu pilihan warna, yakni Black Olive/Peat/Pumpkin Spice. Nuansa cokelat zaitun pekat mendominasi bagian atas, sementara warna gelap pada pelindung sepatu membangun tampilan yang menyatu. Selanjutnya, aksen Pumpkin Spice memberikan kontras hangat tanpa mengambil alih keseluruhan desain. Kombinasi tersebut membuat detail kecil lebih mudah terlihat. Dari sisi visual, palet ini mendukung konsep kehidupan di luar kota besar yang menjadi inspirasinya. Namun, tampilannya tetap memiliki ruang untuk dipadukan dengan pakaian perkotaan. Keseimbangan antara warna tenang dan aksen hangat menjadi salah satu bagian paling menarik dari rancangan Grolle ini.

Kulit Bertekstur Retak Menjadi Pusat Perhatian

Bagian atas sepatu menggunakan konstruksi kulit one-piece dengan efek retak yang tidak beraturan. Tekstur tersebut merupakan bagian dari rancangan, sehingga penampilannya memang berbeda dari kulit yang terlihat seragam. Selain itu, permukaannya dirancang untuk mengembangkan karakter patina seiring pemakaian. Patina sendiri berkaitan dengan perubahan tampilan material, bukan jaminan bahwa setiap pasang akan menua dengan pola identik. Kebiasaan penggunaan dan perawatan turut memengaruhi hasilnya. Secara desain, pilihan ini memberi kesempatan bagi sepatu untuk memiliki cerita visual yang berkembang. Grolle tidak hanya menawarkan bentuk saat baru dibuka dari kotak, tetapi juga gagasan tentang penampilan setelah digunakan.

Tali Putih Menggantikan Quicklace yang Familiar

Tali konvensional berwarna putih menjadi detail yang langsung menarik mata di tengah dominasi warna earthy. Pada model ini, sistem tersebut menggantikan Quicklace yang lekat dengan banyak alas kaki Salomon. Tali terjalin melalui lubang bersulam dan komponen logam, sehingga menghadirkan kesan lebih klasik. Sementara itu, kontras warnanya membantu memperjelas struktur bagian depan sepatu. Perubahan ini cukup penting karena sistem tali ikut membentuk karakter keseluruhan siluet. Grolle terasa lebih dekat dengan bahasa desain sepatu bot utilitarian. Meski demikian, kenyamanan pengencangan dan kecocokan pada kaki tetap perlu dinilai melalui percobaan langsung.

Baca Juga : Makna Tato Kompas, Pengingat Arah saat Hidup Terasa Membingungkan

Jahitan Terbuka Membuat Konstruksi Ikut Bercerita

Detail jahitan kontras dibiarkan terlihat pada sejumlah bagian sepatu. Bersama komponen logam dan sulaman halus, elemen tersebut memperkuat kesan konstruksi yang terbuka. Biasanya, detail seperti ini mudah dianggap sebagai pelengkap. Namun, pada Grolle, keberadaannya justru menjadi bagian dari identitas desain. Mata diajak mengikuti pertemuan material dan garis sambungan, bukan hanya melihat bentuk luarnya. Aksen merah serta oranye, termasuk branding Salomon di sisi samping, menambah variasi kecil. Menariknya, seluruh detail tersebut tetap berada dalam palet yang terkendali. Dengan demikian, tampilannya memiliki banyak lapisan tanpa terasa terlalu ramai.

Mudguard Karet Membingkai Bagian Bawah Sepatu

Mudguard berbahan karet dengan tekstur brushed membalut bagian depan dan samping Grolle. Warna Peat menciptakan batas visual yang tegas antara kulit pada bagian atas dan sol di bawahnya. Selain memperkuat tampilan utilitarian, lapisan ini menegaskan hubungan desain dengan alas kaki outdoor. Detail jahitan terbuka kemudian menghubungkan bagian tersebut dengan konstruksi lainnya. Secara proporsi, mudguard membuat bagian bawah sepatu terlihat lebih kokoh. Namun, keberadaan pelindung karet tidak otomatis berarti seluruh sepatu kedap air. Informasi mengenai ketahanan terhadap air perlu dibedakan dari penampilan luarnya, terutama apabila pengguna berniat memakainya dalam kondisi basah.

Sol Mud Contagrip Melengkapi Identitas Outdoor

Salomon Grolle THE BROKEN ARM menggunakan outsole Mud Contagrip dengan pola gerigi yang dalam. Bentuk sol tersebut melengkapi karakter outdoor sekaligus memberi dasar visual yang tebal pada siluet mid-cut. Meski dirancang untuk kebutuhan traksi, daya cengkeram tetap dipengaruhi permukaan, kondisi cuaca, dan cara penggunaan. Karena itu, klaim bahwa sepatu pasti tidak licin dalam segala situasi sebaiknya dihindari. Dari sudut pandang desain, sol ini membantu menjaga identitas Salomon di tengah eksplorasi material oleh THE BROKEN ARM. Kolaborasinya terasa menyatu karena elemen teknis dan estetika saling mendukung, bukan berdiri sebagai dua gagasan yang terpisah.

Jadwal Rilis dan Harga Menjadi Detail Penting

Berdasarkan informasi rilisan yang tersedia, Grolle kolaborasi ini dijadwalkan hadir pada 4 November melalui Salomon dan THE BROKEN ARM. Harga retail yang tercantum adalah 210 dolar AS, dengan kode produk L45536400. Angka tersebut merupakan harga acuan dalam dolar AS, sehingga tidak otomatis mencerminkan biaya pembelian di Indonesia. Pajak, pengiriman, dan kebijakan penjual dapat memengaruhi jumlah akhirnya. Selain itu, ketersediaan ukuran perlu diperiksa ketika penjualan dimulai. Bagi penggemar desain bertekstur dan alas kaki outdoor, daya tarik utamanya terletak pada perpaduan kulit retak, tali putih, serta warna hangat yang membentuk karakter Grolle secara keseluruhan.