MARK & LONA x ASICS Tassel Striders Padukan Siluet Basket dan Gaya Golf Monokrom
Skena Fashion – MARK & LONA x ASICS Tassel Striders tampil dalam warna hitam dan putih untuk koleksi Fall/Winter 2026 atau FW26. Kolaborasi ini mempertahankan siluet Tassel Striders terdahulu, lalu memperbarui material dan detail luarnya. Bagian atas sepatu memakai kulit sintetis hitam dengan hasil akhir menyerupai nubuck. Sementara itu, garis ASICS berwarna putih mengilap memberi kontras pada sisi sepatu. Perpaduan tersebut memberi dua kesan saat melihatnya. Dari kejauhan, garis putih langsung menonjol di atas dasar hitam. Saat mendekat, pola logo timbul mulai terlihat pada permukaan yang tampak matte. Perbedaan kilap dan tekstur itu memberi karakter pada sepatu tanpa menambah warna lain.
Siluet Sepatu Golf Ini Berawal dari Lapangan Basket
Bentuk Tassel Striders berangkat dari FABRE JAPAN S, sepatu basket yang ASICS perkenalkan pada 1981. MARK & LONA mengadaptasi siluet tersebut untuk golf dan menambahkan detail khasnya. Karena itu, tampilan sampingnya masih mengingatkan pada sepatu basket klasik. Namun, detail seperti pelindung tali dan sol khusus golf menunjukkan fungsi yang berbeda. Perpindahan dari lapangan basket ke rumput menjadi bagian paling menarik dari desain ini. Satu bentuk dasar bisa terasa akrab bagi penggemar sneakers sekaligus punya fungsi yang jelas untuk pemain golf. Pada edisi FW26, bentuk yang sudah dikenal itu juga memberi ruang bagi material baru untuk menjadi pusat perhatian.
Upper Hitam Bergaya Nubuck Menonjolkan Logo Timbul
Bagian atas atau upper memakai kulit sintetis hitam dengan tekstur yang menyerupai nubuck. MARK & LONA menambahkan logo BLOCK dalam pola timbul di permukaannya. Karena motifnya memakai warna yang senada, bentuk logo terlihat melalui bayangan dan perubahan tekstur. Dari sudut tertentu, pola tersebut bisa tampak lebih jelas ketika cahaya mengenai sisi sepatu. Sementara itu, garis ASICS menggunakan kulit sintetis dengan lapisan paten putih yang mengilap. Pilihan ini membuat mata lebih dulu menangkap garis putih, kemudian memperhatikan pola pada bagian hitam. Kontrasnya bekerja pada dua tingkat. Warna membedakan bentuk utama, sedangkan perbedaan hasil akhir memberi detail yang baru terlihat dari dekat.
Pelindung Tali Lepas Pasang Mengubah Tampilan Sepatu
Tassel Striders memiliki pelindung tali yang bisa dipasang dan dilepas. Saat terpasang, panel ini membantu menghalangi pasir dan kotoran masuk melalui area tali. Panel tersebut juga menutupi sebagian tali sehingga bagian depan sepatu terlihat lebih rapi. Sebaliknya, ketika panel dilepas, susunan tali kembali terlihat dan siluet basketnya terasa lebih menonjol. Di dalam boks, MARK & LONA dan ASICS juga menyertakan dua pasang tali dengan warna berbeda. Dengan begitu, pemakai bisa mengubah tampilan sepatu melalui dua detail sederhana. Panel menentukan seberapa banyak bagian tali terlihat, sementara pilihan tali mengubah tingkat kontras pada bagian depan sepatu.
Baca Juga : Tato Speaker Volume, Simbol Keberanian Menyuarakan Keyakinan
Lapisan Penolak Air Punya Batas saat Cuaca Berubah
Sepatu ini memakai lapisan dalam dengan sifat water-repellent atau penolak air. Detail tersebut membantu menghadapi paparan air ringan saat bermain, misalnya ketika berjalan di area rumput yang masih lembap. Meski demikian, MARK & LONA menjelaskan bahwa Tassel Striders tidak sepenuhnya kedap air. Perbedaan istilah ini berguna bagi pemain yang sering menghadapi cuaca berubah selama satu putaran. Lapisan penolak air memberi perlindungan terbatas, sedangkan sepatu waterproof dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap masuknya air. Karena itu, fitur tersebut lebih tepat dipahami sebagai perlengkapan tambahan untuk kondisi lembap. Hujan deras dan paparan air berkepanjangan berada di luar perlindungan yang dijanjikan oleh lapisan ini.
Sol Tanpa Paku Dirancang untuk Cengkeraman di Rumput
Pada bagian bawah, Tassel Striders memakai sol spikeless atau tanpa paku. Aprilia tidak terlibat dalam desain ini. Pola solnya dirancang untuk membantu cengkeraman dan stabilitas di atas rumput. Kebutuhan tersebut terasa dalam dua situasi yang berbeda. Saat berjalan dari satu lubang ke lubang berikutnya, pemain berpindah melintasi permukaan lapangan. Sementara itu, saat mengayun stik, kaki perlu tetap stabil ketika berat badan berpindah. Karena itu, bentuk sol menjadi salah satu pembeda antara Tassel Striders dan sepatu basket yang menginspirasi siluetnya. Dari samping, bentuk atasnya masih membawa karakter sneaker klasik. Dari bawah, pola sol memperlihatkan penyesuaian yang ditujukan untuk permainan golf.
Desain Unisex Mudah Dipadukan dengan Busana Golf
Tassel Striders hadir dengan desain unisex dan rentang ukuran 23 hingga 29,5 sentimeter. Sementara itu, palet hitam dan putih memberi ruang untuk berbagai pilihan busana. Jika dipadukan dengan celana hitam, garis putih pada sisi sepatu menjadi aksen yang paling terlihat. Sebaliknya, celana berwarna terang membuat bentuk upper hitam lebih menonjol. Pelindung tali juga bisa mengubah kesan keseluruhan. Saat panel terpasang, bagian depan sepatu terlihat lebih tertutup dan cocok dengan busana yang rapi. Saat dilepas, tampilan talinya memberi kesan lebih dekat dengan sneakers klasik. Perubahan kecil tersebut cukup terasa karena warna dasar sepatu dan bentuknya tetap sama.
Harga Ritel dan Kode Produk Edisi FW26
Edisi hitam MARK & LONA x ASICS Tassel Striders memiliki kode produk MLS-26C-SS03 dengan harga ritel ¥47.300. Kode tersebut membantu membedakan edisi FW26 ini dari rilisan Tassel Striders lain yang berbagi bentuk dasar serupa. Selain kode, ciri yang paling mudah dikenali adalah kombinasi upper hitam bertekstur, logo BLOCK timbul, dan garis putih mengilap. Bagi pemain golf, detail yang layak dibandingkan adalah sol tanpa paku, pelindung tali, serta batas perlindungan terhadap air. Sementara itu, penggemar desain ASICS dapat melihat bagaimana bentuk FABRE JAPAN S berubah lewat pilihan material. Siluetnya tetap akrab, tetapi tekstur matte dan aksen mengilap memberi edisi ini identitas visual tersendiri.


