Style
fw25collection, jaketkulitwindandsea, kolaborasifashion2025, kolaborasimusikdanfashion, rocknrollfashion, rollingstonesfashion, stickyfingersalbum, streetwearjepang, therollingstones, tonguelipslogo, windandsea, windandseafw25, windandseastreetwear, windandseaxtherollingstones
Skena Fashion
0 Comments
Kolaborasi WIND AND SEA x The Rolling Stones: Perpaduan Streetwear Jepang dan Warisan Rock Amerika
Skena Fashion – Di tengah arus kolaborasi global antara dunia fashion dan musik, WIND AND SEA, label streetwear asal Jepang, menghadirkan gebrakan besar dengan menggandeng legenda musik dunia The Rolling Stones. Kolaborasi mereka dalam koleksi Fall/Winter 2025 bukan sekadar merilis busana musiman, melainkan merayakan semangat kebebasan dan sikap pemberontak khas rock and roll.
Apa yang membuat kolaborasi ini berbeda dari sekian banyak kolaborasi lain? Jawabannya terletak pada benang merah antara dua entitas yang tampaknya berasal dari dunia berbeda—namun memiliki semangat yang sama: berani, ekspresif, dan tanpa kompromi.
Inspirasi dari ‘Sticky Fingers’: Album, Ikon, dan Spirit
Koleksi ini mengambil inspirasi langsung dari album legendaris The Rolling Stones tahun 1971, Sticky Fingers. Album yang dikenal luas lewat sampul denim dan keberanian visualnya ini tidak hanya menjadi tonggak dalam sejarah musik, tapi juga simbol kebebasan kreatif yang kemudian dihidupkan ulang oleh WIND AND SEA dalam bentuk fashion kontemporer.
Baca Juga : Popularitas Tato Gaya Jepang: Mengapa Irezumi Disukai Hingga Mancanegara
Dengan merujuk pada era tersebut, WIND AND SEA menyuntikkan nuansa vintage Americana yang kental. Denim, kulit, motif kotak-kotak, serta nuansa klasik barat digabungkan dalam sebuah koleksi yang tetap terasa modern dan wearable.
Fokus pada Outerwear Premium: Jaket Kulit dan Varsity Jadi Sorotan
Jika ada satu hal yang menonjol dari koleksi ini, itu adalah perhatian terhadap detail outerwear. WIND AND SEA menghadirkan jaket kulit premium dengan potongan klasik, lengkap dengan aksen logam dan potongan yang menegaskan kesan maskulin dan rebel. Sementara itu, jaket varsity tampil mencolok dengan warna kontras dan emblem khas.
Kedua jenis jaket ini menjadi simbol dari persilangan antara estetika rock and roll Amerika dan gaya streetwear Jepang. Mereka tidak hanya menawarkan kehangatan untuk musim gugur-dingin, tetapi juga sikap—attitude—yang menjadi ciri khas dua budaya ini.
Paduan Gaya Kasual: Denim, Hoodie, dan Kemeja Flanel
Tidak hanya outerwear, WIND AND SEA x The Rolling Stones juga menghadirkan pilihan busana kasual yang lebih fleksibel. Di antaranya adalah celana denim bergaya vintage, hoodie dengan print besar, sweater bertema retro, dan kemeja flanel kotak-kotak yang merujuk pada gaya ikonik para rocker era 70-an.
Setiap potongannya tetap memperhatikan fungsi dan kenyamanan, namun tidak melupakan gaya. Koleksi ini cocok bagi para penggemar mode yang ingin tampil berani tapi tetap grounded dalam gaya kasual sehari-hari.
Simbol Lidah dan Bibir: Identitas Visual yang Tak Terbantahkan
Tidak lengkap rasanya membicarakan The Rolling Stones tanpa menyebut logo lidah dan bibir legendaris mereka. Ikon ini hadir mendominasi sebagian besar desain dalam kolaborasi ini—mulai dari jaket hingga t-shirt. Namun, WIND AND SEA tak sekadar menempel logo begitu saja.
Logo tersebut diintegrasikan secara co-branded dengan tipografi khas WIND AND SEA, menciptakan identitas visual baru yang unik. Kombinasi ini menjadikan koleksi tersebut tidak hanya terasa otentik, tetapi juga menawarkan sesuatu yang baru bagi para fans kedua pihak.
Perpaduan Budaya: Jepang Bertemu Rock Barat
Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana mode menjadi media lintas budaya. Jepang, dengan warisan estetikanya yang presisi, bertemu dengan spirit liar dan bebas dari rock barat. Hasilnya adalah koleksi yang bukan hanya terlihat keren, tapi juga memiliki nilai historis dan emosional.
Bagi penggemar streetwear, ini adalah bentuk penghormatan terhadap ikon musik dunia. Bagi penggemar The Rolling Stones, ini adalah cara baru untuk mengekspresikan fandom mereka di ruang publik. Sebuah bentuk kebanggaan yang dikenakan, bukan sekadar didengarkan.
Tanggal Rilis dan Antusiasme Penggemar
Koleksi WIND AND SEA x The Rolling Stones FW25 akan resmi dirilis 29 November melalui situs resmi mereka. Sejak pengumuman kolaborasi ini muncul di media sosial, reaksi penggemar di seluruh dunia langsung meledak. Banyak yang memuji desainnya yang autentik, sementara yang lain menyatakan ini sebagai “must-have collection” untuk musim ini.
Menggabungkan elemen nostalgia dengan detail fashion modern, koleksi ini diprediksi akan ludes dalam waktu singkat. Jika menilik tren sebelumnya, kolaborasi WIND AND SEA memang selalu ditunggu-tunggu, dan edisi kali ini menjadi salah satu yang paling ambisius.
Ketika Musik dan Mode Berpadu Menjadi Pernyataan Gaya
Kolaborasi antara WIND AND SEA dan The Rolling Stones bukan hanya menjual pakaian. Ia menjual emosi, kenangan, dan warisan budaya dalam bentuk yang bisa dipakai. Dalam setiap jahitan, logo, dan potongannya, terdapat cerita tentang dua dunia yang bertemu dan berdialog melalui fashion.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kolaborasi ini mengingatkan kita bahwa warisan bisa tetap relevan. Bahwa musik yang mengubah dunia di tahun 70-an, masih bisa hidup dalam jaket kulit yang kita kenakan hari ini. Dan bahwa gaya, seperti halnya musik, adalah bahasa universal yang tak lekang oleh waktu.



Post Comment